Menurut Arif, inovasi pembelajaran tidak harus menggunakan alat mahal atau teknologi canggih. Guru justru dituntut mampu menghadirkan pembelajaran yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami siswa. “Yang dinilai bukan sekadar alatnya, tetapi bagaimana inovasi itu membantu siswa memahami konsep sains dengan lebih baik,” jelasnya di hadapan peserta workshop. (baca: Arif Alfatah menerima penghargaan SEA 2023)
Selain teori, Arif turut memperkenalkan alat peraga buatannya yang berjudul “Triangle Mekanik: Alat Peraga Demonstrasi/Praktikum Multi Fungsi dalam Pembelajaran Fisika Pokok Bahasan Gesekan.” Alat tersebut dirancang untuk membantu siswa memahami konsep gaya gesek melalui demonstrasi dan praktikum secara langsung. Dengan alat itu, siswa dapat mengamati berbagai pengaruh gaya gesek dalam beberapa kondisi percobaan sehingga pembelajaran menjadi lebih nyata dan interaktif.
Arif kemudian menunjukkan cara kerja alat tersebut di depan peserta workshop dalam versi video. Suasana pun menjadi semakin menarik ketika para guru mulai aktif bertanya mengenai proses pembuatan alat, bahan yang digunakan, hingga penerapannya dalam pembelajaran di kelas.
Kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi guru-guru fisika untuk terus berinovasi dan menghadirkan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, serta lebih dekat dengan pengalaman nyata siswa.

Mantap pak
BalasHapusPak Arif memang oyeeee
Hapus