Sleman - Guru Fisika MAN 2 Bantul, Iksan Taufik Hidayanto, menjadi salah satu pemateri dalam workshop MGMP Fisika MA DIY bertajuk “Sederhana tapi Berkelas! Inovasi Alat Peraga Fisika untuk Guru Kreatif dan Juara” yang digelar di MAN 1 Sleman pada Kamis (7/5/2026). Workshop tersebut diikuti 24 guru-guru fisika madrasah aliyah se-DIY. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat karena para peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga inspirasi langsung dari para guru berprestasi.
Dua pemateri hadir dalam kegiatan itu, yaitu Iksan Taufik Hidayanto (Penerima SEA ITSF 2010) dan Arif Alfatah (Penerima SEA ITSF 2023). Keduanya merupakan penerima penghargaan Science Education Award dari Indonesia Toray Science Foundation.
“Awalnya saya hanya membuat alat peraga sederhana untuk pembelajaran. Ketika tahu ada Science Education Award ITSF, saya sebenarnya ragu untuk mengirimkan karya karena merasa alatnya terlalu sederhana,” ujarnya di hadapan peserta workshop.
Namun, rasa ragu itu akhirnya ia lawan. Meski penuh pesimisme, karya tersebut tetap dikirimkan. Tak disangka, alat peraga buatannya berhasil masuk 15 besar tahap wawancara hingga akhirnya terpilih menjadi salah satu dari sembilan penerima penghargaan Science Education Award Tahun 2010. Menurut Iksan, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa kreativitas guru tidak selalu harus mahal dan rumit. Ide sederhana pun bisa menjadi karya luar biasa jika dibuat dengan niat dan ketekunan.
“Kadang justru dari barang sederhana muncul ide-ide kreatif yang dekat dengan kehidupan siswa. Itu yang membuat pembelajaran lebih menarik,” tambahnya.
Workshop berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias berdiskusi dan saling berbagi pengalaman membuat media pembelajaran fisika. Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi guru-guru fisika madrasah untuk terus berkarya dan menghadirkan pembelajaran yang kreatif serta menyenangkan bagi siswa.

Berkarya selalu pak
BalasHapusGas polllll......semangat
Hapus