Guru MA Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta Kenalkan Alat Peraga “Triangle Mekanik” di Workshop MGMP Fisika MA DIY

2


Sleman -  Setelah pemaparan kisah Iksan Taufik Hidayanto, dilanjutkan pemaparanya oleh Arif Alfatah (guru fisika MA Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta)  dalam workshop MGMP Fisika MA DIY bertajuk “Sederhana tapi Berkelas! Inovasi Alat Peraga Fisika untuk Guru Kreatif dan Juara” yang digelar di MAN 1 Sleman pada Kamis (7/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, Arif membagikan pengalaman dan wawasan mengenai program Science Education Award (SEA) yang diselenggarakan oleh Indonesia Toray Science Foundation. Ia menjelaskan bahwa penghargaan tersebut ditujukan bagi guru-guru sains yang mampu menghadirkan inovasi pembelajaran kreatif dan berdampak bagi peserta didik.


Menurut Arif, inovasi pembelajaran tidak harus menggunakan alat mahal atau teknologi canggih. Guru justru dituntut mampu menghadirkan pembelajaran yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami siswa. “Yang dinilai bukan sekadar alatnya, tetapi bagaimana inovasi itu membantu siswa memahami konsep sains dengan lebih baik,” jelasnya di hadapan peserta workshop. (baca: Arif Alfatah menerima penghargaan SEA 2023)

Dalam pemaparannya, Arif menerangkan berbagai kriteria penilaian SEA ITSF, mulai dari aspek kreativitas, kebermanfaatan alat, penerapan dalam pembelajaran, hingga dampaknya terhadap pemahaman siswa. Ia juga menjelaskan bahwa bentuk inovasi dapat berupa alat peraga, model pembelajaran, simulasi, eksperimen, maupun media pembelajaran lainnya.


Selain teori, Arif turut memperkenalkan alat peraga buatannya yang berjudul “Triangle Mekanik: Alat Peraga Demonstrasi/Praktikum Multi Fungsi dalam Pembelajaran Fisika Pokok Bahasan Gesekan.” Alat tersebut dirancang untuk membantu siswa memahami konsep gaya gesek melalui demonstrasi dan praktikum secara langsung. Dengan alat itu, siswa dapat mengamati berbagai pengaruh gaya gesek dalam beberapa kondisi percobaan sehingga pembelajaran menjadi lebih nyata dan interaktif.


Arif kemudian menunjukkan cara kerja alat tersebut di depan peserta workshop dalam versi video. Suasana pun menjadi semakin menarik ketika para guru mulai aktif bertanya mengenai proses pembuatan alat, bahan yang digunakan, hingga penerapannya dalam pembelajaran di kelas.


Kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi guru-guru fisika untuk terus berinovasi dan menghadirkan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, serta lebih dekat dengan pengalaman nyata siswa.


Posting Komentar

2Komentar
Posting Komentar