MGMP Fisika Gelar Eksplorasi Fisika Kontekstual Berbasis Lingkungan dan Geowisata

2


Pacitan — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fisika menggelar kegiatan pengembangan kompetensi profesional guru dengan tema “Pengembangan Kompetensi Profesional Guru melalui Eksplorasi Fisika Kontekstual Berbasis Lingkungan dan Geowisata” pada Kamis (17/9/2026).


Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk pembelajaran luar ruang dengan mengunjungi sejumlah destinasi di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yakni Museum SBY, Kali Cokel, Sungai Maron, dan Pantai Kasap. Melalui kegiatan ini, para guru diajak mengamati secara langsung berbagai fenomena alam dan lingkungan yang dapat dikaitkan dengan konsep-konsep fisika dalam pembelajaran.


Ketua MGMP Fisika, Tri Wahyono, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya MGMP untuk meningkatkan kompetensi profesional guru sekaligus memperkaya pengalaman dalam mengembangkan pembelajaran fisika yang kontekstual.

Kegiatan ini kami harapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada guru dalam mengeksplorasi berbagai fenomena fisika yang ada di lingkungan sekitar. Dari pengalaman tersebut, guru dapat mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, menarik, dan dekat dengan kehidupan peserta didik,” ujar Tri Wahyono.


Menurutnya, lingkungan dan geowisata memiliki potensi besar untuk dijadikan sumber belajar. Berbagai fenomena seperti aliran sungai, gerak air, tekanan, gelombang, optik, hingga konsep energi dapat dikaji melalui pengamatan langsung di lapangan.


Salah satu anggota MGMP, Ari Satriana, yang juga merupakan guru Fisika MAN 1 Yogyakarta, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan perspektif baru bagi guru dalam menghubungkan konsep fisika dengan fenomena yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Fisika sebenarnya sangat dekat dengan lingkungan kita. Ketika guru melihat langsung fenomena alam, seperti karakteristik aliran sungai, gelombang di pantai, maupun berbagai kondisi lingkungan, akan lebih mudah untuk menemukan konteks yang dapat digunakan dalam pembelajaran,” ungkap Ari.


Ia menambahkan, pembelajaran berbasis lingkungan dapat membantu peserta didik memahami bahwa fisika tidak hanya berupa rumus dan teori yang dipelajari di dalam kelas. Fenomena alam di sekitar dapat menjadi laboratorium terbuka yang memungkinkan siswa melakukan pengamatan, mengidentifikasi masalah, serta menghubungkan konsep dengan kehidupan nyata.


Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Museum SBY, kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi di Kali Cokel, Sungai Maron, dan Pantai Kasap. Pada setiap lokasi, peserta melakukan pengamatan dan diskusi mengenai potensi fenomena fisika yang dapat dikembangkan menjadi bahan pembelajaran.


Melalui kegiatan tersebut, MGMP Fisika berharap para guru semakin memiliki kemampuan untuk merancang pembelajaran yang inovatif dan kontekstual. Selain meningkatkan kompetensi profesional, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat kolaborasi antarguru dalam berbagi pengalaman, ide, dan praktik baik pembelajaran fisika.


Kegiatan MGMP dengan pendekatan lingkungan dan geowisata tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran fisika yang tidak terbatas pada ruang kelas, tetapi juga memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar yang nyata dan bermakna bagi peserta didik.


Posting Komentar

2Komentar
Posting Komentar