“Nanti Waktunya Akan Tiba”: Rodjikun Kenang Perjalanan Edy Purwanto Menjemput Amanah

0

Rodjikun (berpeci)

Kulon Progo — Di balik perjalanan karier seseorang, sering kali ada sosok yang pernah memberikan nasihat sederhana, tetapi membekas dalam perjalanan hidupnya. Bagi H. Edy Purwanto, S.Pd., M.Pd.Si., salah satu sosok tersebut adalah Rodjikun, guru Fisika MAN 1 Gunungkidul.


Keduanya telah mengenal dan berinteraksi dalam perjalanan pengabdian di lingkungan madrasah. Rodjikun bahkan menjadi salah satu orang yang pernah mendengarkan cerita dan kegelisahan Edy ketika beberapa kali mengikuti seleksi kepala madrasah.


Saat ditemui dalam kegiatan MGMP Fisika MA DIY di MAN 1 Kulon Progo, Rodjikun mengenang Edy sebagai sosok yang memiliki semangat belajar dan kemauan untuk terus berkembang.


Menurut Rodjikun, Edy merupakan pribadi yang tekun menjalani proses. Ketika menghadapi sebuah tantangan atau keinginan yang belum tercapai, ia tidak mudah berhenti. Salah satunya terlihat ketika Edy beberapa kali mengikuti tes kepala madrasah, tetapi belum mendapatkan kesempatan untuk dilantik.

“Pak Edy itu orangnya mau berproses. Ketika belum berhasil, tidak kemudian berhenti. Tetap menjalankan tugas dan terus berusaha,” ungkap Rodjikun.


Rodjikun juga mengingat sebuah percakapan ketika Edy bercerita tentang pengalamannya mengikuti seleksi kepala madrasah. Saat itu, Edy telah beberapa kali mengikuti tes, tetapi belum juga mendapatkan amanah tersebut. Sebagai seorang senior, Rodjikun kemudian memberikan pesan agar Edy tidak terlalu memikirkan kapan kesempatan itu datang.

“Saya sampaikan waktu itu, nanti pada suatu saat waktunya akan tiba,” kenangnya.


Bagi Rodjikun, pesan tersebut bukan sekadar kalimat penghiburan. Ia melihat bahwa perjalanan karier setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Yang terpenting adalah tetap menjalankan tugas dengan baik dan tidak berhenti mengembangkan diri.


Perjalanan Edy sebagai guru Fisika MAN 4 Bantul sekaligus Ketua MGMP Fisika MA DIY, kemudian menunjukkan bahwa kesempatan dapat hadir melalui jalan yang tidak selalu direncanakan. Pada 2021, Edy mendapatkan amanah untuk bergabung di Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY. Sejumlah tugas kemudian dipercayakan kepadanya, mulai dari Kasi GTK Pendidikan Madrasah, Ketua Tim Kerja PAI Bidang Pakis, Ketua Tim Kepegawaian dan Hukum, hingga saat ini sebagai Ketua Tim SDM Kanwil Kemenag DIY.


Rodjikun menilai perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa proses yang dijalani dengan tekun pada akhirnya dapat membuka ruang pengabdian yang lebih luas.

“Kadang kita punya keinginan sendiri, tetapi Allah memberikan jalan yang berbeda. Yang penting tetap bekerja dengan baik. Ketika waktunya tiba, amanah itu akan datang dalam bentuk yang mungkin tidak kita duga,” tuturnya.



Sosok yang Terus Berkembang

Menurut Rodjikun, salah satu hal yang menonjol dari sosok Edy adalah kemauannya untuk terus belajar. Perjalanan karier yang dilalui tidak membuatnya berhenti pada satu posisi atau satu bidang pekerjaan.


Justru setiap amanah baru menjadi ruang untuk belajar dan memperluas pengalaman. Dari lingkungan madrasah hingga Kanwil Kemenag DIY, Edy menjalani berbagai tugas dengan bidang tanggung jawab yang berbeda.


Rodjikun melihat hal tersebut sebagai karakter penting yang perlu dimiliki oleh seorang aparatur sekaligus pendidik: siap belajar dan siap ditempatkan di mana pun dibutuhkan.

“Kalau kita hanya mau bekerja di tempat yang sesuai dengan keinginan kita, ruang pengabdian kita akan sempit. Tetapi kalau kita siap menerima amanah dan mau belajar, insyaallah banyak hal yang bisa kita lakukan,” ujarnya.


Kisah Edy, menurut Rodjikun, juga menjadi pelajaran bagi para guru yang sedang membangun karier. Jabatan bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan. Yang lebih penting adalah bagaimana seseorang terus meningkatkan kompetensi dan memberikan manfaat melalui amanah yang diterimanya.


Karena itu, Rodjikun berharap para guru Fisika MA DIY dapat mengambil pelajaran dari perjalanan Edy Purwanto. Tidak perlu terburu-buru mengejar posisi, tetapi terus meningkatkan kapasitas, menjaga integritas, dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.


Sebab, seperti pesan yang pernah ia sampaikan kepada Edy bertahun-tahun lalu, setiap orang memiliki waktunya sendiri. Dan ketika waktunya tiba, jalan pengabdian bisa terbuka dari arah yang tidak pernah disangka sebelumnya.


Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)