Eksplorasi dilakukan dengan menyusuri Sungai Maron menggunakan kapal selama perjalanan sekitar 4 kilometer. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para guru untuk mengidentifikasi berbagai fenomena fisika yang dapat dikaitkan dengan pembelajaran di kelas.
Selama perjalanan, peserta tidak hanya menikmati panorama sungai yang dikelilingi pepohonan hijau, tetapi juga mengamati bagaimana kapal dapat bergerak dan tetap mengapung di atas permukaan air. Kapal yang digunakan dalam kegiatan tersebut menggunakan gas sebagai sumber energi, sehingga perjalanan menjadi konteks nyata untuk membahas konsep energi, gaya, gerak, fluida, serta prinsip kerja mesin.
Guru Fisika MAN 2 Sleman, Ida Zubaidah, mengatakan eksplorasi Sungai Maron memberikan pengalaman langsung kepada guru untuk melihat konsep fisika dalam situasi nyata.
“Ketika kita berada di atas kapal dan menyusuri sungai, sebenarnya banyak konsep fisika yang bisa diamati secara langsung. Kapal bisa mengapung karena adanya gaya ke atas dari air, kemudian kapal dapat bergerak karena adanya gaya dorong dari sistem penggeraknya,” ujar Ida.
Menurut Ida, penggunaan gas sebagai sumber energi pada kapal juga dapat menjadi bahan pembelajaran mengenai perubahan energi. Energi yang tersimpan dalam bahan bakar dimanfaatkan untuk menghasilkan tenaga yang kemudian digunakan untuk menggerakkan kapal.
“Ini bisa menjadi contoh sederhana bagi siswa bahwa energi tidak hilang begitu saja, tetapi mengalami perubahan bentuk. Dari energi yang tersimpan dalam bahan bakar, kemudian diubah menjadi energi yang memungkinkan kapal bergerak,” jelasnya.
Selain aspek energi dan gerak, kondisi Sungai Maron juga dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan konsep fluida. Bentuk badan kapal, gaya apung, kondisi permukaan air, serta aliran sungai dapat menjadi objek pengamatan yang membantu siswa menghubungkan teori dengan fenomena yang mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Ida menilai pembelajaran seperti ini membuat guru memiliki lebih banyak referensi dalam menyusun pembelajaran kontekstual.
“Guru tidak harus selalu menjelaskan fisika dengan contoh yang ada di buku. Sungai, kapal, air, dan lingkungan sekitar bisa menjadi laboratorium terbuka. Tinggal bagaimana guru mengemasnya menjadi aktivitas pembelajaran yang menarik,” katanya.
Perjalanan menyusuri Sungai Maron sejauh kurang lebih 4 kilometer tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan MGMP Fisika. Sebelumnya, para peserta juga mengunjungi Museum SBY dan selanjutnya melakukan eksplorasi di sejumlah lokasi lain di Pacitan.
Melalui kegiatan tersebut, MGMP Fisika berupaya memperkuat kompetensi profesional guru sekaligus mendorong pemanfaatan lingkungan dan geowisata sebagai sumber belajar. Dengan demikian, konsep fisika tidak berhenti pada rumus dan teori di dalam kelas, tetapi dapat ditemukan secara langsung melalui berbagai fenomena yang ada di sekitar.

