Membuka Ruang Dialog Guru dan Siswa
Iksan Taufik H. menjelaskan bahwa SIKAP Fisika dikembangkan dari kebutuhan untuk menghadirkan komunikasi dua arah dalam proses pembelajaran.
“Pembelajaran yang baik bukan hanya tentang bagaimana guru menyampaikan materi, tetapi juga bagaimana guru mau mendengarkan suara siswa. SIKAP Fisika saya hadirkan sebagai ruang bagi siswa untuk menyampaikan saran, kritik, dan ide secara lebih mudah dan terarah,” ungkap Iksan.
Menurutnya, masukan siswa merupakan bagian penting dalam melakukan refleksi dan evaluasi pembelajaran. Dengan adanya sistem digital, setiap masukan dapat terdokumentasi dan menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan perbaikan.
“Kritik tidak kita maknai sebagai sesuatu yang negatif. Justru kritik dan saran dari siswa dapat menjadi cermin bagi guru untuk memperbaiki pembelajaran. Karena itu, tagline SIKAP Fisika adalah "Suaramu, Perbaikan Pembelajaran Kita,” jelasnya.
Berbasis Teknologi dan Respons terhadap Kebutuhan Siswa
SIKAP Fisika memanfaatkan Google Spreadsheet dan Google Apps Script (GAS) sehingga pengelolaan masukan dapat dilakukan secara digital. Siswa dapat mengisi masukan melalui halaman aplikasi, memilih kelas, jenis masukan, serta materi Fisika yang berkaitan.
Masukan yang masuk tidak langsung ditampilkan kepada publik. Admin terlebih dahulu melakukan proses verifikasi dan persetujuan. Setelah disetujui, masukan dapat ditampilkan pada halaman aplikasi sehingga menjadi bagian dari dokumentasi dan refleksi pembelajaran.
Aplikasi tersebut juga dilengkapi dengan dashboard admin, statistik masukan, pencarian, filter berdasarkan kelas dan materi, halaman detail, serta fitur tindak lanjut.
Pengembangan SIKAP Fisika menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pembelajaran yang lebih terbuka, reflektif, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Mendapat Respons Positif dari Siswa
Salah seorang siswa MAN 2 Bantul, Fauziyah, menyambut positif hadirnya aplikasi SIKAP Fisika.
“Menurut saya, aplikasi ini menarik karena kami bisa menyampaikan saran atau kritik tentang pembelajaran Fisika dengan lebih mudah. Kadang ada hal yang ingin disampaikan kepada guru, tetapi malu atau bingung menyampaikannya secara langsung. Dengan adanya SIKAP Fisika, kami bisa menyampaikan pendapat dengan lebih nyaman,” ujar Fauziyah.
Ia berharap masukan yang diberikan siswa dapat menjadi bahan evaluasi dan benar-benar ditindaklanjuti.
“Semoga masukan dari siswa tidak hanya dikumpulkan, tetapi juga menjadi pertimbangan dalam pembelajaran berikutnya sehingga pembelajaran Fisika bisa semakin menyenangkan dan kami lebih mudah memahami materi,” tambahnya.
Inspirasi bagi Guru Madrasah
Sebagai Sekretaris MGMP Fisika MA DIY, Iksan berharap inovasi tersebut tidak berhenti sebagai aplikasi yang digunakan di satu madrasah saja. Menurutnya, teknologi sederhana yang tepat guna dapat dikembangkan menjadi bagian dari budaya refleksi pembelajaran di madrasah.
“Harapannya, SIKAP Fisika tidak hanya menjadi aplikasi, tetapi menjadi budaya dalam pembelajaran. Guru mau mendengar, siswa berani menyampaikan, dan keduanya bersama-sama melakukan perbaikan,” tuturnya.
Ia juga berharap pengalaman pengembangan aplikasi ini dapat menjadi salah satu contoh praktik baik yang dapat dibagikan melalui komunitas MGMP Fisika MA DIY, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Peluncuran SIKAP Fisika sekaligus mempertegas bahwa transformasi digital dalam pendidikan tidak selalu harus dimulai dari sistem yang kompleks. Teknologi dapat menjadi bermakna ketika digunakan untuk mendekatkan guru dan siswa serta memberikan ruang bagi suara peserta didik. Aplikasi bisa diakses di: SIKAP Fisika.
