Pengurus MGMP Fisika MA DIY Berikan Masukan dalam Workshop Penyempurnaan Kurikulum OBE Prodi Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga

2

YogyakartaPengurus MGMP Fisika MA DIY turut berpartisipasi dalam kegiatan Workshop Penyempurnaan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Jasmine 2 Hotel Grand Rohan Jogja tersebut menghadirkan dosen, alumni, pengguna lulusan, dan mitra sekolah untuk memberikan masukan terhadap pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Dalam kegiatan tersebut, MGMP Fisika MA DIY diwakili oleh Sekretaris MGMP, Iksan Taufik Hidayanto, serta Bendahara MGMP, Eva Rusdamayanti (alumni Program Studi Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).


Pada sesi Focus Group Discussion (FGD) Mitra: Diskusi Implementasi Kurikulum OBE sesuai Kebutuhan Dunia Kerja, para peserta memberikan berbagai masukan terkait profil lulusan dan kompetensi yang perlu dimiliki calon sarjana pendidikan fisika di era digital.


Iksan Taufik Hidayanto menyampaikan bahwa selain penguasaan teknologi informasi, lulusan Pendidikan Fisika perlu dibekali kemampuan sebagai konten kreator pendidikan dan memiliki wawasan kewirausahaan di bidang pendidikan (edupreneurship). Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuka peluang baru bagi guru untuk tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga menghasilkan berbagai konten pembelajaran digital yang edukatif dan menarik.

Guru masa kini dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kemampuan membuat konten pembelajaran digital menjadi nilai tambah yang penting bagi lulusan Pendidikan Fisika. Selain itu, kompetensi kewirausahaan juga perlu diperkuat agar lulusan memiliki peluang karier yang lebih luas di bidang pendidikan,” ungkap Iksan.


Sementara itu, Eva Rusdamayanti memberikan perhatian khusus terhadap salah satu profil lulusan yang mencantumkan kemampuan mengelola laboratorium fisika. Menurutnya, kompetensi tersebut perlu dirumuskan secara lebih spesifik karena pengelolaan laboratorium bukan sekadar kemampuan teknis yang dapat diperoleh melalui perkuliahan biasa.

Pengelolaan laboratorium memerlukan kompetensi khusus yang mencakup aspek keselamatan kerja, administrasi laboratorium, pengelolaan alat dan bahan, hingga perencanaan praktikum. Bahkan untuk menjadi kepala laboratorium atau laboran terdapat pelatihan dan sertifikasi tersendiri yang harus dipenuhi,” jelas Eva.


Sebagai alumni Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga, Eva berharap profil lulusan dapat disusun secara realistis dan sesuai dengan kompetensi yang benar-benar dapat dicapai selama masa studi. Menurutnya, jika kompetensi pengelolaan laboratorium ingin diperkuat, program studi dapat memberikan mata kuliah, pelatihan, atau program sertifikasi pendukung yang relevan.


Berbagai masukan dari mitra, alumni, dan pengguna lulusan tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Melalui pendekatan ini, Program Studi Pendidikan Fisika UIN Sunan Kalijaga berupaya menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan perkembangan pendidikan masa depan.


Partisipasi aktif pengurus MGMP Fisika MA DIY dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen organisasi untuk turut berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan fisika. Sinergi antara perguruan tinggi, alumni, sekolah, dan MGMP diharapkan dapat menghasilkan kurikulum yang lebih adaptif, relevan, dan mampu menyiapkan calon pendidik fisika yang profesional serta berdaya saing tinggi.


Posting Komentar

2Komentar
Posting Komentar