About Me

header ads

DARING INTERAKTIF BUKAN CERAMAH ONLINE

 

DARING INTERAKTIF BUKAN CERAMAH ONLINE

Irwan Yusuf

 

Sejak pertama kali diberlakukan, kebijakan belajar dari rumah tak diikuti arahan teknis pelaksanaannya bergantung pada kreativitas guru dan pimpinan sekolah. Surat Edaran(SE) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan Kebijakan pendidikan dalam massa darurat Penyebaran Covid-19 tak menyebutkan bagaimana belajar dari rumah dilaksanakan. SE itu menyatakan, belajar dari rumah lewat pembelajaran dalam jaringan (daring) jarak jauh memberi pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, terkait tentang kecakapan hidup, dan aktivitasnya bervariasi tergantung minat siswa serta kondisi dan kesenjangan akses dan fasilitas pendidikan. Belajar di rumah tidak dibebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum. Pada Kondisi darurat Covid-19, apakah siswa Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta mampu dan mau mengakses segala informasi dari pembelajaran daring? Bagaimana cara pembelajaran Guru Kelas XII Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta dalam mensikapi keadaaan darurat Covid-19?

            Kemewahan gedung bangunan sekolah seperti tak penting ketika wabah Covid-19 menerjang kehidupan institusi Pendidikan. Wabah Covid-19 justru mengingatkan para pendidik untuk fokus kembali pada isu utama yakni mutu belajar. Kiasan pendidikan di tengah wabah Covid-19 menurut Profesor Zhao dalam tulisan Iwan Pranoto (2020),Tahu bukan keju” (Kompas:6). Kiasan tersebut mengingatkan bahwa sekolah dan praktik pendidikan konvensional sudah berhenti, maka jangan anggap seolah-olah sekolah masih normal.

            Mu’allimin Muhammadiyah merupakan sekolah kader di Yogyakarta juga merasakan imbasnya.  Mu’allimin memiliki gedung megah berlantai empat dan dan tertinggi di tingkat SMA/MA se-Yogkyakarta seperti terhempas dalam badai Covid-19 yang menyebabkan pihak madrasah meliburkan siswanya.

            Madrasah Mu’allimin adalah madrasah yang menerapkan konsep asrama/pesantren atau lebih kerennya sekolah boarding yang mengutamakan pendidikan karakter lebih berdampak terhadap penanaman karakter berkelanjutan. Penanaman karakter yang paling besar adalah kehidupan berasrama, sehingga penanaman karakter dikembalikan ke orang tua masing-masing yang dipandu dari tugas madrasah.

            Di Madrasah Mu’allimin penulis menjadi guru Fisika klas XII sekaligus membimbing siswa masuk perguruan tinggi. Berkaitan dengan mutu pendidikan maka pihak madrasah tetap menugaskan guru untuk mempersiapkan dan membantu kebutuhan siswa dalam belajar daring di rumah.

            Minggu pertama pembelajaran daring penulis memberikan tugas lewat WA, Google Clasroom maupun edmodo. Klas XII di Madrasah Mu’allimin sebelum pengumuman liburan telah mengikuti ujian akhir madrasah, sehingga seluruh materi Fisika telah tersampaikan sebelumnya.

 

            Penugasan untuk kelas XII mengarahkan peserta didik untuk mampu menempuh jenjang Perguruan Tinggi. Hal tersebut harus dikaitkan dengan soal tes masuk perguruan tinggi yang berstandar. Tes masuk perguruan tinggi hampir 75 % soalnya berada pada level kognitif di atas C3. Soal Tes PTN sebagian besar termasuk soal HOTS. Beruntung penulis termasuk salah satu Tim Penulis Soal Mandiri Masuk Perguruan Tinggi, sehingga mendapat sedikit gambaran soal tes HOTS masuk perguruan Tinggi. Contoh penugasan soal Fisika yang melalui daring: 

===================================================================

Amati foto/vidio sebuah kinjeng terbang yang menangkap mangsa lalat terbang! Analisalah kejadian proses penangkapan dan jawab pertanyaan berikut:

1.      Analisalah besaran fisis Hukum Bernaulli pada peristiwa tersebut?

2. Analisislah kenapa kinjeng bermassa besar mampu terbang lebih cepat dan menangkap lalat  yang bermassa lebih kecil?

===================================================================

           Soal tersebut terinspirasi saat penulis berjemur di depan rumah kala menikmati hangatnya panas Matahari. Seekor kinjeng terbang meliuk-liuk menangkap lalat yang sedang terbang. Penulis sempat membuat vidio menikmati pergerakan kinjeng dan menghubungkan dengan hukum Bernaulli. Persamaan Bernaulli yang berhubungan dengan aliran fluida udara adalah P + ½ ρV2 + ρgh = konstan.

            Tanggapan dari siswa sangat beragam dan variatif. Sebagian siswa menjawab harus membaca kembali Hukum Bernaulli. Siswa yang mampu menjawab dengan baik sebesar 75 %. Pemahaman Hukum Bernaulli lebih dikuasai oleh siswa karena siswa bisa menjelaskan sendiri besaran-besaran fisika: kecepatan aliran udara, massa jenis fluida, ketinggian serangga dan tekanan udara.

            Siswa memahami konsep lebih tertantang karena berkaitan dengan belajar lingkungan. Kendala siswa yang paling pokok adalah literasi buku fisika dan literasi digital. Rendahnya literasi buku fisika karena selama ini siswa hanya mengandalkan satu buku dari gurunya. Literasi digital menjadi kendala karena siswa Mu’allimin berasal dari seluruh pelosok negeri Indonesia. Bagi siswa yang berasal dari kota-kota besar internet bukan menjadi kendala, tetapi bagi mereka yang berasal dari pedalaman harus pergi ke kota untuk mendapatkan sinyal yang kuat. Selain tugas yang harus dikerjakan lewat google classroom ada sebagian siswa yang berkomunikasi lewat WA menanyakan soal-soal PTN yang selama ini mereka pelajari secara mandiri. Persoalan penguasaan materi fisika di PTN memang menjadikan masalah besar bagi siswa, baik sebelum pandemi Covid-19 atau saat pandemi Covid-19.

            Kendala pembelajaran yang muncul juga tidak kalah menariknya untuk dikupas secara tuntas. Pembelajaran daring bukanlah pembelajaran ceramah yang di online-kan. Beberapa pembelajaran online yang dilakukan guru menurut pengamatan penulis masih mengandalkan ceramah.

              Vidio yang ditampilkan masih ceramah yang dibuat vidio kemudian di online-kan atau ceramah yang langsung online.  Jarang ditemukan pembelajaran daring yang interaktif maupun vidio interaktif. Pada kondisi Covid-19 pembelajaran ceramah yang di-online-kan memang sebagai solusi awal yang dapat menjembatani berhentinya proses pembelajaran.

            Tetapi jangan sampai berhenti pada tingkat tersebut dan puas dengan keadaan. Fakta dari media medsos menunjukkan keluhan dari beberapa orang tua bahwa pembelajaran daring terlalu monoton dan kurang interaktif.

            Kondisi pembelajaran fisika harus lebih fokus pada kegiatan interaktif seperti yang penulis lakukan. Pembelajaran fisika bila perlu melakukan eksperimen yang dividiokan atau tugas membuat vidio eksperimen yang sesuai konsep Sains Teknologi Enjiniring Matematik (STEM) yang populer sebelum pandemi Covid-19. Sehingga tercapailah level kognitif C6 yaitu mencipta yang selama ini hanyalah merupakan teori saja di pembelajaran fisika.


Penulis


Irwan Yusuf,M.Sc. lahir di desa Dukuh, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada tanggal 3 Januari 1969. Tahun 1988 beliau lulus dari SMA PGRI Sragen, kemudian melanjutkan kuliah DII, lanjut DIII dan akhirnya memperoleh gelar pendidikan Strata Satu (S1) pada Jurusan Pendidikan Fisika IKIP Yogyakarta (sekarang UNY) pada tahun 1995. Pada tahun 2007 mendapatkan beasiswa kuliah S2 dari DEPAG dan menyelesaian kuliah S2 jurusan fisika eksperimen FMIPA Universitas Gadjah Mada(UGM) bidang minat fisika eksperimen pada tahun 2009.

 

Aktif sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di dunia pendidikan dan terjun mengajarkan fisika semenjak tahun 1990 dengan NIP 196901031995121002/IVb, memberikan pengalaman dan semangat yang tinggi di bidang pengajaran fisika. Selain itu juga semenjak kuliah beliau aktif dalam pembelajaran fisika seperti seminar, pelatihan nasional, tutor fisika, Instruktur Nasional : IN Kurikulum 13, IN Guru Pembelajar, IN Calon Penilai PAK, IN IBL, IN UASBN, IN soal HOTS, IN STEM, IN PKP, Juri Lomba Guru Berprestasi dan Karya Ilmiah, Tim Penilai PAK DIY dan di dunia penulisan artikel majalah. Beliau  meraih penghargaan sebagai juara 2 Lomba Penulisan Buku Fisika SMA/MA Nasional oleh DEPAG Pusat RI tahun 2007, Juara 3 Alat Peraga Tk kota Yogyakarta th 2008, Juara Harapan I Kreativitas Sains Tk Nasional tahun 2009, Juara 2 Guru Berprestasi Tk Kota Yogyakarta Th 2012, Juara 2 Guru Berprestasi Tk Propinsi  DIY Th 2012, Juara 1 OSN FISIKA Guru Tk Kota Yogyakarta Th 2013, Juara 1 Guru Berprestasi Tk Kota Yogyakarta Th 2014, Juara 1 OSN FISIKA Guru Tk Kota Yogyakarta Tahun 2014, Juara 1 Guru Berprestasi Tk Propinsi DIY Th 2014, Finalis Guru Berprestasi Tk Nasional Th 2014 , Juara 1 OSN FISIKA Guru Tk Kota Yogyakarta Th 2015, Juara 1 OSN FISIKA Guru Tk Kota Yogyakarta Th 2016 dan Finalis OGN(Olimpiade Guru Nasional) FISIKA tahun 2016, Finalis Lomba Penulisan Sejarah 2017, Juara Guru Berprestasi Tk Kota Yogyakarta Th 2018. Beliau bisa dihubungi melalui email; irone1969@gmail.com. WA: 081578 175963.

Posting Komentar

0 Komentar